Minggu, 17 Mei 2015

Budi Daya Ikan Konsumsi Di Air Tawar

Judul Buku: Farm Bigbook: Budi Daya Ikan Konsumsi Di Air Tawar.
Penulis: M.Ghufran H.Kordi K.
Penerbit: Andi, 2015

 Budi daya air tawar (freshwater aquaculture) di Indonesia telah berkembang cukup pesat dan relatif maju. Lahan untuk budi daya air tawar terdiri dari danau, sungai, waduk, situ, rawa-rawa, sawah, dan genangan air lainnya. Teknologi budi daya air juga terus berkembang, sehingga budi daya tawar tidak hanya bergantung pada potensi lahan konvensional yang ada, tetapi juga dapat memanfaatkan lahan-lahan yang selama ini dianggap tidak ideal untuk budi daya perairan. Penggunaan kolam terpal, drum, dan toren untuk budi daya ikan di lahan-lahan tandus, tanah porous, dan lahan sempit merupakan inovasi cerdas dalam budi daya air tawar.

Demikian juga, komoditas perikanan yang dibudidayakan di air tawar pun semakin banyak. Buku ini menyajikan teknologi budi daya 28 ikan konsumsi di air tawar, yaitu : Ikan Mas, Nila, Lele, Gurami, Patin, Bawal Air Tawar, Tawes, Baung, Betutu, Jelawat, Nilem, Mujair, Belut, Sidat, Bandeng, Kakap Putih, Belida, Betok, Baster, Gabus, Karper Rumput, Lalawak, Lampan, Mola, Semah, Sepat, Tambakan, dan Toman.

Sajian mengenai teknologi budi daya ikan-ikan tersebut di dalam buku ini meliputi pasar dan prospek budi daya, biologi, pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Karena itu, buku ini ditujukan kepada investor/pengusaha, pengambil kebijakan, praktisi akuakultur (petani ikan/pembudidaya, perekayasa, konsultan, penyuluh/tenaga lapangan), dan akademisi perikanan, peternakan, biologi, dan ekonomi.*** Farm Bigbook: Budi Daya Ikan Konsumsi Di Air Tawar.

Kamis, 30 April 2015

Buku Untung Selangit dari Agribisnis Kopi

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, sumber pendapatan dan devisa negara, penyedia lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri dan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Indonesia menghasilkan beragam jenis kopi, termasuk kopi spesial bercita rasa dan aroma spesifik yang tidak bisa diklaim negara lain. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat paling sedikit 11 jenis kopi premium (spesial) Indonesia, yaitu kopi Gayo, Mandailing, Lintong, Jawa, Priangan, Toraja, Kalosi, Bali Kintamani, Bajawa Flores, Baliem (Waimena), dan Kopi Luwak. Di samping itu, peluang pasar kopi organik cenderung tumbuh secara pesat.
Banyak inovasi menjadi besar bukan karena kebaruan temuan, tetapi karena upaya terus menerus memperbaikinya, dan membesarkannya dari berbagai hambatan dan persyaratan dalam pemakaian. Informasi dan inovasi teknologi tepat guna terkait dengan dunia kopi, khususnya tentang potensi, peluang dan prospek agribisnis kopi, pengenalan tanaman mulai daerah daerah asal hingga varietas atau klon unggul yang dianjurkan, syarat tumbuh dan pembibitan, teknik budi daya kopi, kopi organik, panen dan penanganan pascapanen, serta analisis usaha; dikemas secara terinci, sistematis, sederhana, lengkap, lugas dan aplikatif untuk lapangan dalam sebuah buku. Buku Panduan Lengkap Budi Daya dan Pengolahan Kopi layak dimiliki.

Buku  Untung Selangit dari Agribisnis Kopi karangan Rahmat Rukmana ini bisa didapatkan secara online melalui toko buku online belbuk.com. Atau langsung ke produknya: Untung Selangit dari Agribisnis Kopi.