Senin, 25 Mei 2015

Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus). Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu. Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.

Usaha budidaya jamur tiram seringkali mengalami kegagalan karena teknik dan cara budidaya yang kurang benar. Meskipun gampang, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan, kebersihan, serta konsistensi selama perawatan. Jika faktor-faktor tersebut tidak bisa dipenuhi dengan baik maka hasilnya pun kurang optimal bahkan besar kemungkinan berpotensi mendatangkan kegagalan.

Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman.

Info lengkap mengenai budidaya jamur tiram bisa dilihat di artikel ini: https://penjagagunung.wordpress.com/2013/05/30/teknik-dan-cara-budidaya-jamur-tiram/. Dan untuk panduan lebih lengkap tentang budidaya dan proses bisnis dari jamur tiram ini, secara lengkap diulas dalam buku Bisnis Jamur Tiram yang ditulis oleh Triono Untung Piryadi yang berisi tentang pengalaman penulis dalam mengelola jamur tiram selama bertahun-tahun, sehingga dihasilkan roda bisnis yang jauh lebih efektif dan efisien.

Pemaparan bisnis jamur tiram pada buku ini berbeda dengan buku-buku jamur tiram pada umumnya. Beberapa pembahasan di dalam buku ini di antaranya menyangkut hal-hal sebagai berikut:
  • Media tanam tidak perlu melalui proses pengomposan karena tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan jamur tiram.
  • Serbuk kayu tidak perlu direndam karena getah yang menempel pada serbuk tersebut tidak akan mengganggu perkembangan jamur tiram.
  • Penyortiran serbuk gergaji bisa dilakukan saat memasukkan media tersebut ke dalam baglog.
  • Penggunaan rak tunggal dan belt pada kubung pembesaran dapat menghemat biaya dan waktu, baik saat pemeliharaan maupun pemanenan.
  • Sebenarnya, melubangi bagian tengah baglog pada saat membuat baglog justru dapat memperlambat kinerja dan produktivitas miselium. 
Dan masih banyak teknik lain yang berbeda dari buku ini. Jika ingin sukses dalam berbisnis jamur tiram, bacalah buku ini, lalu aplikasikan isi di dalamnya. Jika kesulitan mendapatkan buku ini di toko-toko buku di daerah Anda, bisa didapatkan dengan membeli secara online di salah satu toko buku online terlengkap di belbuk.com.
Selamat berinvestasi! Bisnis Jamur Tiram. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar